SMPN 1 Semarang Sabet Medali Emas Lomba Paduan Suara Internasional di Bandung

www.EkonomiNusantara.com.ǁJawa Tengah,19 Oktober  2025-Lebih dari 25 siswa SMP Negeri 1 Semarang berhasil meraih medali emas dalam ajang 5th International Bandung Choral Festival yang digelar di Bandung belum lama ini.

Tim paduan suara tersebut sukses menyabet gelar “Winner Of Choir Comprtition Ternager’s Choir Catetories” dan berhasil masuk ke Qualified To Grand Pix Choir Competition setelah melalui proses latihan panjang dan persiapan intensif.

Salah satu peserta, Daffino, siswa kelas VIII G, mengaku bangga dan tidak menyangka bisa meraih juara.

“Sempat mau menyerah karena capek latihan, tapi orang tua terus mendukung. Katanya ini kesempatan berharga, jadi harus ikut,” ujarnya, Minggu (19/11/2025).

Bakat menyanyi Daffino sudah diasah sejak duduk di bangku SD. “Sejak kelas 5 SD memang sudah hobi nyanyi, dan sama orang tua juga diminta latihan terus,” tambahnya.

Benediktus, rekan sekelasnya, juga mengaku sempat ragu bisa menang karena persaingan yang ketat.

“Saya sudah pernah ikut lomba di Bali, tapi yang di Bandung ini masuk grand prix. Jadi rasanya deg-deg’an banget, karena lawannya dari negara lain yang nggak kalah keren,” ujarnya.

Hal serupa dirasakan Janeeta Khansa dan Asyifa Andini yang sempat minder menghadapi peserta dari negara lain.

“Tim dari Korea Selatan bagus banget. Sempat nggak yakin bisa menang, tapi alhamdulillah bisa juara,” kata Janeeta.

Asyifa menambahkan, kekompakan tim menjadi kunci keberhasilan mereka.

“Kami sudah seperti keluarga, saling mendukung. Setelah lulus, saya ingin melanjutkan bakat menyanyi ke SMKI Yogyakarta,” tuturnya.

Guru bimbingan konseling sekaligus pembina ekstrakurikuler paduan suara, Veronica, menjelaskan bahwa SMPN 1 Semarang sudah beberapa kali mengikuti lomba tingkat internasional.

“Ajang ini rutin diadakan di Bali, Bandung, atau Yogyakarta. Kami bahkan pernah ikut yang diselenggarakan di Singapura,” jelasnya.

Menurutnya, persiapan menuju lomba internasional membutuhkan waktu panjang, antara tujuh bulan hingga satu tahun.

“Ada beberapa siswa baru bergabung, jadi perlu waktu untuk melatih suara mereka,” katanya.

Veronica juga mengungkapkan bahwa mengikuti lomba internasional membutuhkan dukungan finansial yang besar.

“Kami tidak bisa hanya mengandalkan dana sekolah. Karena itu, orang tua siswa berinisiatif membuat sistem tabungan bersama untuk mendukung kegiatan ini,” terangnya.

Selain kendala biaya, pelatih juga menghadapi tantangan dalam menjaga stabilitas suara siswa.

“Anak-anak SMP suaranya masih sering berubah. Kami juga meminta mereka pantang makan gorengan, pedas, dan jajanan sebelum lomba,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa SMPN 1 Semarang merupakan satu-satunya sekolah negeri di Kota Semarang yang rutin mengikuti lomba paduan suara internasional.

“Paduan suara ini sudah ada sejak tahun 1980-an, dan sejak 2022 kami mulai serius ikut kompetisi tingkat internasional,” jelasnya.

Kepala SMPN 1 Semarang, Siminto, menyampaikan rasa bangganya atas prestasi yang diraih siswa-siswinya.

“Anak-anak berhasil membawa nama baik sekolah di ajang internasional. Ini hasil kerja keras dan latihan selama satu tahun,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan orang tua dan pihak-pihak yang terlibat. “Lomba ini membutuhkan dukungan besar, terutama dari orang tua.

Kami sangat menghargai semangat dan komitmen mereka,” tutur Siminto.

Siminto berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi siswa untuk terus mengembangkan bakat mereka.

“Semoga tidak berhenti di sini, dan para siswa bisa melanjutkan prestasinya ke tingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya.