www.EkonomiNusantara.com.ǁJawa Tengah, 28 Januari 2026-Polisi akhirnya mengungkap awal mula kecelakaan maut KA Gajayaa dengan truk tronton di Kebumen Jawa Tengah.
Aparat menyebut korban tewas dalam peristiwa itu, yakni sopir truk sempat berusaha menyelamatkan diri saat kendaraan mogok di tengah perlintasan.
Namun upaya itu gagal karena KA Gajayana sudah terlalu dekat.
Peristiwa itu terjadi di Desa Lundong, Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Selasa malam (27/1/2026).
Truk tronton tertabrak Kereta Api (KA) Gajayana K 35 relasi Malang–Gambir, mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 21.32 WIB.
Berdasarkan keterangan resmi Polres Kebumen, truk tronton berwarna putih dengan nomor polisi L 8861 UC melaju dari arah Purworejo menuju Kebumen.
Saat melintas di pelintasan, kendaraan besar itu diduga mengalami mogok tepat di atas rel kereta api.
Dalam hitungan menit, situasi berubah menjadi kepanikan.
Saksi mata di lokasi menyebutkan, sopir dan kernet truk sempat turun dan berusaha menyelamatkan diri ketika menyadari kereta api akan melintas.
“Namun, jarak KA Gajayana yang datang dari arah barat menuju timur sudah terlalu dekat sehingga tabrakan tidak dapat dihindari,” kata Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama pada Rabu (28/1/2026).
Benturan keras pun terjadi.
Lokomotif KA Gajayana menghantam bagian tengah truk tronton dengan kecepatan tinggi.
Akibatnya, badan truk terpental sejauh kurang lebih 10 meter dan menghantam bangunan pos jaga perlintasan kereta api hingga rusak berat.
Suara benturan terdengar hingga radius ratusan meter dan membuat warga sekitar berhamburan ke lokasi kejadian.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menjelaskan, pengemudi truk bernama Sutarno (42), warga Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, meninggal dunia di tempat kejadian perkara akibat luka berat yang dialaminya.
Sementara itu, kernet truk Suryanto (54), warga Kecamatan Ajibarang, Banyumas, mengalami luka berat dan segera dievakuasi ke RSUD Prembun untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
“Tak hanya awak truk, petugas jaga palang pintu perlintasan juga menjadi korban.
Rahman Al Ghozali (25) mengalami patah tulang pada bagian kaki serta sejumlah luka lecet,” kata Kapolres.
Korban dalam kondisi sadar saat dievakuasi dan dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Kutowinangun.
Masinis dan asisten masinis KA Gajayana dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka.
Namun, insiden ini berdampak pada gangguan perjalanan kereta api di lintas selatan Jawa.
Jalur hulu sempat ditutup sementara untuk proses evakuasi korban dan kendaraan, serta pemeriksaan rel.
Polres Kebumen mengerahkan personel gabungan dari Polsek Kutowinangun, Satuan Lalu Lintas, Unit Identifikasi, Samapta, PMI, serta tim medis untuk melakukan penanganan di lokasi.
“Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara, pendataan saksi, serta penyelidikan mendalam guna memastikan penyebab pasti kecelakaan,” kata Kapolres.
Hingga Rabu dini hari sekitar pukul 04.30 WIB, kedua jalur rel dinyatakan kembali normal dan dapat dilalui perjalanan kereta api, meskipun proses evakuasi bangkai truk masih dilanjutkan.
Polisi mengimbau pengendara agar lebih waspada saat melintasi perlintasan sebidang demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.
