Daftar Haji di Blora Sekarang, Berangkatnya 29 Tahun Lagi

www.EkonomiNusantara.com.ǁJawa Tengah, 13 Januari 2026-Masa tunggu haji reguler untuk Kabupaten Blora, Jawa Tengah, sekitar 29 tahun.

Plt Kepala Kantor Kemenerian Haji dan Umrah Kabupaten Blora, Ali Muchyidin, mengatakan rencananya masa tunggu haji reguler di Indonesia bakal diseragamkan secara nasional menjadi 26 tahun masa tunggunya.

“Kalau di Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) kita itu masa tunggunya 29 tahun, utuk Jawa Tengah ya, karena beda-beda. Untuk Jawa Tengah itu waiting list nya 29 tahun.”

“Cuma nanti arahnya kan kalau dari nasional, rencananya diseragamkan 26 tahun se-Indonesia,” terangnya, saat ditemui di kantornya, Selasa (13/1/2026).

Lebih lanjut, menurutnya saat ini juga ada perubahan terkait syarat umur jemaah haji yang bisa daftar dan berangkat haji.

“Kalau dulu minimal berangkat kan 18 tahun, sekarang umur 13 tahun bisa berangkat.”

“Biasanya yang daftar dan langsung berangkat kan yang pelimpahan. Orang tuanya meninggal, kemudian dialihkan ke anaknya yang umur 13 tahun ini nanti bisa berangkat.”

“Yang penting dia sudah daftar.

Sehingga sekarang yang daftar itu ya anak usia SMP sudah pada daftar,” terangnya.

Ratusan Jemaah Haji Sudah Lunasi Biaya

Sementara itu, ratusan calon jemaah haji asal Blora sudah melunasi biaya haji.

Ali Muchyidin, mengatakan calon jemaah haji asal Blora yang berhak melunasi untuk keberangkatan haji tahun 2026, ada 806 orang.

“Jadi Blora ini daftar jemaah yang berhak melunasi biaya haji itu ada 806 awalnya, cuman kemudian dibuka dua tahap oleh pusat.”

“Tahap pertama yang melunasi di Blora itu ada 617 jemaah. Pelunasan tahap pertama itu ditutup tanggal 23 Desember 2025 lalu,” jelasnya.

Selanjutnya, kata Ali, dibuka untuk tahap dua yang diperuntukkan untuk yang gagal sistem karena error.

“Lalu yang penggabungan sama cadangan. Di tahap kedua itu dibuka tanggal 2 Januari sampai 9 Januari 2026 itu yang melunasi ada 120.”

“Kemudian ditambah yang cadangan itu yang melunasi 63. Total tahap 1 sama tahap 2 termasuk cadangan, totalnya yang melunasi adalah 800 jemaah,” jelasnya.

Kendati demikian, meskipun sudah melunasi biaya haji, pihaknya belum berani memastikan bakal semua berangkat tahun ini. Utamanya yang jemaah cadangan. Karena menyesuaikan kuota dari Jawa Tengah.

“Belum tentu berangkat semua, terutama yang cadangan. Kalau yang reguler itu semua akan berangkat. Yang 63 orang cadangan itu nanti akan dihitung porsi Jawa Tengah.”

“Jawa Tengah nanti butuh cadangan berapa tergantung kuota yang masih kosong. Jadi 63 itu nanti belum tentu berangkat, bisa berangkat, bisa tidak. Nanti nunggu ada rakor di Kanwil. Kuota Jawa Tengah terpenuhi atau tidak kalau masih ada yang kosong, nanti cadangan akan dinaikkan tapi porsinya urut Jawa Tengah,” jelasnya.

Meskipun begitu, Ali berharap 63 jemaah yang cadangan juga bisa ikut berangkat tahun ini.

“Semoga saja 63 ini juga ikut, akan menjadi di jamah reguler ketika nanti naik ke reguler. Semoga kita doakan saja. Jadi, ini meskipun awalnya 806, tapi ini sudah luar biasa ada 800 orang artinya sudah mendekati final 806.”

“Hanya ini ada beberapa yang memang satu atau dua itu membatalkan karena gerah (sakit). Itu juga kita terima. Kemudian juga akan berubah dinamiknya karena ada mutasi baik keluar maupun ke dalam. Ini datanya belum kita dapat masih menunggu proses dari jemaah,” jelasnya.

Ali menyampaikan untuk pemberangkatan jemaah haji, diperkirakan bakal berangkat pada bulan April 2026 dan Mei 2026.

“Jadi nanti jemaah Blora itu kan ikut SOC Solo , bersama dengan Rembang, bersama dengan yang lainnya. Karena sekarang ini ada dua embarkasi, ada Solo sama Jogja.”

“Kemudian nanti akan berangkat insyaallah schedule haji kita itu kloter pertama itu tanggal 21 April berangkat ke embarkasi Solo.”
“Nah, kloter kedua, termasuk Rembang dan Blora yang karesidenan Pati, kemungkinan di awal-awal bulan Mei akan berangkat lewat embarkasi Jogja,” terangnya.

Kendati demikian, pihaknya belum bisa memastikan jadwal keberangkatan, karena masih menunggu dari Jawa Tengah.

“Tapi ini masih menunggu schedule berikutnya, nanti akan ada koordinasi terkait fix-nya jumlah jemaah. Kita belum bisa memastikan berapa yang akan pasti berangkat haji, karena masih menunggu koordinasi,” paparnya.