Galangan Kapal Batang Disiapkan Terintegrasi Giant Sea Wall, Dorong Ekonomi Maritim Lokal

www.EkonomiNusantara.com.ǁJawa Tengah, 8 April 2026-Pemerintah Kabupaten Batang terus mendorong penguatan sektor maritim sebagai satu di antara motor penggerak ekonomi daerah.

Salah satu fokus yang kini mendapat perhatian serius adalah pengembangan galangan kapal tradisional yang telah lama tumbuh di pesisir Batang.

Bupati Batang, M Faiz Kurniawan, mengungkapkan bahwa galangan kapal di wilayahnya memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi industri strategis berskala lebih luas.

Bahkan, keberadaan galangan ini telah menarik perhatian sejumlah tokoh, termasuk mantan jenderal Angkatan Laut yang sebelumnya melakukan peninjauan langsung ke lokasi.

“Kita punya concern untuk meningkatkan galangan kapal di Kabupaten Batang yang selama ini tumbuh dari masyarakat. Ini menjadi salah satu galangan kapal yang potensial, bahkan bisa disebut salah satu yang terbesar di Pulau Jawa,” kata Bupati Batang kepada Tribunjateng, Rabu (8/4/2026).

Menurutnya, kemampuan galangan kapal lokal saat ini sudah cukup mumpuni, dengan kapasitas produksi kapal mencapai 30 gross ton (GT) hingga 50 GT.

Kapasitas ini dinilai sangat strategis untuk mendukung aktivitas nelayan, transportasi laut skala kecil menengah, hingga potensi pengembangan industri perkapalan daerah.

Tak hanya berhenti pada penguatan kapasitas produksi, Pemkab Batang juga merancang integrasi pengembangan galangan kapal dengan proyek tanggul laut raksasa atau giant sea wall yang tengah direncanakan di wilayah pesisir utara Jawa.

Faiz menjelaskan, konsep integrasi ini tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan wilayah pesisir dari ancaman banjir rob, tetapi juga memiliki nilai tambah sebagai infrastruktur pendukung ekonomi.

“Kita usulkan agar giant sea wall ini juga bisa difungsikan sebagai jalur lingkar. Jadi tidak hanya untuk penahan rob, tapi juga membuka akses baru yang mendukung aktivitas ekonomi, termasuk galangan kapal,” jelasnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait di tingkat pusat.

Pemerintah daerah berharap konsep ini dapat diakomodasi dalam desain besar proyek tanggul laut ke depan.

Jika terealisasi, integrasi antara galangan kapal dan giant sea wall diyakini akan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat pesisir Batang.

Selain meningkatkan daya saing industri maritim lokal, juga membuka peluang lapangan kerja baru serta memperkuat konektivitas wilayah.

Dengan potensi yang dimiliki, Batang berambisi tidak hanya menjadi daerah industri darat, tetapi juga berkembang sebagai pusat ekonomi maritim yang tangguh di pesisir utara Pulau Jawa.