www.EkonomiNusantara.com.ǁJawa Tengah, 8 Desember 2025-Viral di media sosial, video sekelompok remaja membawa dan mengacung-acungkan senjata tajam.
Video berdurasi 21 detik itu beredar di berbagai akun sosial media sejak Jumat (5/12/2025).
Terlihat dalam video tersebut, sekelompok pemuda mengendarai sepeda motor berhenti di sebuah jalan beraspal di area persawahan.
Seorang pemuda membawa celurit panjang tampak mendekati kamera dan mengatakan sesuatu kepada orang di balik kamera sambil mengumpat lalu mengacung-acungkan senjata tajamnya ke atas.
Kemudian terlihat tiga remaja yang berboncengan datang.
Mereka juga membawa senjata tajam celurit panjang.
Sementara, remaja lainnya tampak mengeber-geberkan sepeda motor.
Berdasarkan keterangan yang tertulis, peristiwa tersebut terjadi di ruas Jalan Kwaron-Ringinputih, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Tim gabungan Polres Klaten bersama Polsek Karangdowo bergerak cepat menindaklanjuti video aksi konvoi remaja yang membawa senjata tajam tersebut.
Sebanyak 14 remaja telah diamankan polisi. Tak sampai sehari sejak video itu beredar, aparat kepolisian berhasilkan mengamankan belasan remaja yang diduga terlibat.
Kasat Reskrim Polres Klaten, AKP Taufik Frida Mustofa, mengungkapkan bahwa jumlah remaja yang diamankan terus bertambah setelah dilakukan pengembangan dari penangkapan awal.
“Total saat ini ada 14 orang yang berhasil kami amankan. Dua di antaranya merupakan orang dewasa, sementara sisanya masih di bawah umur,” ujar Taufik, Munggu (7/12/2025).
Taufik mengatakan, aksi konvoi itu terungkap setelah mendapatkan laporan masyarakat yang disertai dengan beredarnya rekaman video di berbagai platform media sosial.
Aksi tersebut menimbulkan keresahan masyarakat karena terjadi di jalur umum dan berpotensi membahayakan pengguna jalan lain.
Aparat kepolisian lantas melakukan pelacakan terhadap lokasi kejadian serta identitas para pelaku yang terekam dalam video tersebut.
Hasil penyelidikan
Berdasarkan hasil penyelidikan, para remaja tersebut berasal dari sejumlah kecamatan berbeda di Kabupaten Klaten dan tidak tergabung dalam satu kelompok tertentu.
“Mereka bukan bagian dari geng tertentu. Setelah ditelusuri, mereka berasal dari wilayah Pedan, Ceper, Trucuk, dan Cawas,” jelasnya.
Pihak kepolisian pun mengamankan sejumlah barang bukti berupa senjata tajam jenis celurit dan kendaraan bermotor yang digunakan dalam aksi konvoi tersebut.
Saat ini, penyidik masih mendalami motif di balik aksi tersebut serta kemungkinan adanya keterkaitan dengan tindak pidana lain.
Pihaknya mengimbau orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, terutama di malam hari dan saat menggunakan kendaraan bermotor.
