www.EkonomiNusantara.com.ǁJawa Tengah,15 September 2026-Komitmen Bupati Ischak Maulana Rohman dan Wakil Bupati Ahmad Kholid dalam mewujudkan Gerakan Tegal Alus terus dilakukan.
Hal itu dibuktikan dengan pekerjaan peningkatan jalan di sejumlah titik merata dari wilayah pantura sampai ujung selatan Kabupaten Tegal.
Progres perbaikan jalan selalu diupdate oleh Bupati Ischak melalui media sosial agar masyarakat bisa memantau dan mengikuti perkembangan terkini.
Seperti yang terbaru yakni progres pekerjaan peningkatan ruas jalan Babakan-Jatibogor yang menghubungkan dua wilayah pantura yakni Kecamatan Kramat dan Suradadi.
Jalur ini menjadi akses penting bagi warga karena banyak dilalui kendaraan dan menjadi jalur alternatif menuju wilayah Slawi, Pangkah, Tarub, Kramat bahkan ke Kota Tegal.
Mobilitas tinggi di jalur tersebut, tak heran masyarakat sudah menanti-nanti perbaikan karena sebelumnya kondisi memang cukup parah banyak lubang dan jalan rusak.
Selain Babakan-Jatibogor, perbaikan ruas jalan juga terlihat di Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal.
Perbaikan di ruas jalan Desa Sidaharja juga sangat ditunggu-tunggu warga karena sudah bertahun-tahun dalam kondisi rusak parah.
Desa Sidaharja setiap tahunnya menjadi langganan banjir, hal itu menjadi salah satu pemicu kerusakan jalan yang tak kunjung usai.
Kondisi terparah berada di ruas jalan dekat SDN 01 dan 02 Sidaharja karena aspal sudah tidak terlihat dan hanya tersisa kerikil serta bebatuan saja.
Kondisi tersebut sudah dialami warga bertahun-tahun sampai membuat kewalahan kendaraan yang melintas.
Namun sekarang ini setelah penantian panjang, akhirnya jalan tersebut sudah mulai diperbaiki dan nampak mulus karena dibeton.
Penantian warga sekian lama akhirnya terwujud, jalan yang sebelumnya rusak parah sekarang ini mulai mulus setelah perbaikan.
Sesuai pantauan di lokasi pada Selasa (15/9/2026), akses jalan menuju Desa Sidaharja sementara ini masih ditutup total terutama untuk mobil karena masih proses pengerjaan jalan.
Hanya sepeda motor yang bisa melintas tapi juga terbatas karena jalan menuju ke arah makam sampai SD ditutup masih proses pembetonan.
Warga yang hendak melintas harus melalui jalan alternatif (jalan tikus) karena perbaikan jalan dilakukan menyeluruh.
Warga setempat, Sumarni, mengaku sangat bersyukur akhirnya jalan desa diperbaiki dan sekarang ini sudah jauh lebih nyaman.
Sebelum diperbaiki, kondisi jalan rusak, berlubang, bergelombang dan sangat berbahaya terutama ketika malam hari.
Dulunya rusak parah dan sekarang sudah mulus dibeton, Sumarni mengucapkan terima kasih karena sudah mewujudkan keinginan masyarakat.
“Dulu jalannya banyak jeglongan (berlubang). Banyak juga yang jatuh mengalami kecelakaan. Sekarang kondisinya sudah mulus dibeton. Untuk perbaikan jalan ini alhamdulilah sudah nyaman,” ungkap Sumarni.
Warga lainnya, Emil, mengapresiasi Pemkab Tegal karena merespon baik keluh kesah yang disampaikan masyarakat mengenai jalan rusak.
Akses jalan sangat penting karena selain mobilitas sehari-hari bekerja, sekolah, ke sawah, pasar, tapi juga membantu perputaran ekonomi khususnya wilayah Kecamatan Kramat, Suradadi dan sekitarnya.
“Ya sangat senang dan bersyukur karena akhirnya jalan sudah bagus. Berkendara jauh lebih aman dan nyaman,” ujar Emil.
Terpisah, Bupati Ischak menyampaikan, progres peningkatan ruas jalan Babakan-Jatibogor kini sudah mencapai 90 persen terbagi tujuh season sesuai spot jalan yang diperbaiki dengan total panjang sekira 1.600 meter (1,6 kilometer) dengan lebar 5 meter.
Pekerjaan jalan tersebut salah satu dari 346 paket pekerjaan yang sedang Pemkab Tegal kerjakan tahun ini.
Sekarang ini masih ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan di ruas Babakan-Jatibogor yakni rigid beton sepanjang 25 meter dan pekerjaan bahu jalan.
Terakhir nantinya ditutup dengan pekerjaan pembuatan marka jalan.
“Kami terus memastikan setiap pekerjaan berjalan baik. Karena di jalan inilah anak-anak menuntut ilmu, petani membawa hasil panen, pedagang mencari rezeki dan masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari,” kata Bupati Ischak.
Diterangkan, pengerjaan jalan Babakan-Jatibogor bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tegal tahun 2026.
Besaran anggaran Rp4,4 miliar dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender mulai 29 Juni dan ditargetkan selesai 26 Oktober 2026.
“Inilah ikhtiar bersama untuk menghadirkan Tegal Luwih Apik. Pembangunan yang hadir, dirasakan dan memberi manfaat bagi masyarakat. Mari wujudkan Bupati Tegal Melayani, Gerakan Tegal Alus, Tegal Maju dan Tangguh,” tutup Bupati Ischak.
