www.EkonomiNusantara.com.ǁJawa Tengah,19 September 2026-Jembatan penghubung 2 kecamatan di Kebumen yaitu Kecamatan Pejagoan dengan Kecamatan Karangsambung, mulai ditahap pembangunan.
Warga menyambut baik pembangunan jembatan tersebut. Namun, di sisi lain, pekerjaan jembatan membuat aktivitas masyarakat untuk sementara mengalami kendala.
Ruas jalan Tembana-Peniron merupakan salah satu akses utama warga untuk menjalankan berbagai aktivitas, termasuk bekerja, berdagang dan ke sekolah.
Kepala Desa Peniron Triyono Adi mengatakan, pembangunan Jembatan Kali Klantang dimulai pada Kamis (10/9/2026).
Menurutnya, selama proses pembangunan berlangsung, kendaraan roda dua maupun roda empat mengalami kesulitan melintas di lokasi.
Kondisi tersebut semakin menyulitkan warga ketika harus melewati jalur yang menanjak.
“Karena ini akses satu-satunya bagi warga, kami sudah berupaya meminta kepada Pemerintah Kabupaten Kebumen agar segera dibangunkan jembatan darurat, minimal bisa dilalui kendaraan roda dua,” kata Triyono.
Triyono berharap pemerintah dapat segera menyediakan akses sementara sehingga mobilitas warga tidak terganggu selama pembangunan jembatan berlangsung.
Pemerintah Kabupaten Kebumen Merespon Keluhan Masyarakat
Respon Cepat Pemerintah Kabupaten Kebumen membangun jembatan darurat selama proses perbaikan Jembatan Kali Klantang di Desa Peniron, Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen patut di apresiasi.
Jembatan Kali Klantang yang sebelumnya ditutup total guna adanya perbaikan, kini sudah dapat digunakan warga, terutama para pengguna sepeda motor.
Kehadiran jembatan sementara ini diharapkan mempermudah aktivitas masyarakat, khususnya dalam menunjang kegiatan pendidikan dan ekonomi.
Sebelumnya, warga meminta Pemkab Kebumen membangun jembatan darurat karena proses pembangunan Jembatan Kali Klantang menutup total akses di ruas Tembana-Peniron.
Dengan ditutupnya akses jalur utama, warga harus menempuh sejauh 4 kilometer menggunakan jalur alternatif yang dikeluhkan beberapa warga karena jalan yang sempit serta medan yang cukup berbahaya.
Salah seorang warga, Taufiq Hidayat, mengapresiasi respons cepat pemerintah daerah terhadap keluhan masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih sekali terutama kepada Bupati Kebumen Lilis Nuryani, yang telah mendengarkan apa yang menjadi keinginan warga, yaitu dibangunkan jembatan darurat.
Jembatan darurat ini sangat penting sekali untuk mobilitas warga, terutama anak-anak sekolah,” kata Taufiq.
Menurutnya, keberadaan jembatan darurat membuat anak-anak sekolah kini dapat berangkat dan pulang dengan lebih aman dan nyaman tanpa harus melewati jalur alternatif yang cukup jauh serta berbahaya.
“Hari ini warga sudah bisa melewati jembatan darurat. Kami juga berterima kasih sudah dibangunkan atau diperbaiki Jembatan Kali Klantang yang sempat ambruk karena banjir,” tambahnya.
Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Kebumen, Kurnia Hadi, mengatakan pembangunan jembatan darurat dilakukan dengan cepat untuk memenuhi kebutuhan mobilitas warga.
“Untuk jembatan darurat kita buat dan kita kebut kemarin Kamis, sudah dilakukan uji coba dan hari ini sudah bisa digunakan oleh warga, terutama untuk kendaraan roda dua,” jelas Kurnia saat di wawancarai Jumat (18/9/2026).
Jembatan Kali Klantang Ambruk Diterjang Banjir
Jembatan Kali Klantang di Desa Peniron Kecamatan Pejagoan ini sebelumnya mengalami kerusakan parah setelah diterjang banjir pada 9 November 2025.
Jembatan yang memiliki panjang sekitar 4 meter dan lebar 6 meter ini merupakan salah satu akses penting bagi masyarakat di Desa Peniron dan wilayah sekitarnya.
Ruas jalan Tembana-Peniron selama ini diperuntukan untuk menunjang berbagai kebutuhan sehari-hari. Selain menjadi akses ekonomi, jalur tersebut juga digunakan warga untuk aktivitas pendidikan.
Kurnia menjelaskan, saat ini Jembatan Kali Klantang dibongkar total untuk dilakukan perbaikan struktur agar lebih kokoh. Selain itu, pemerintah juga membangun parapet di sisi sungai di sekitar jembatan.
Perbaikan jalan dan jembatan tersebut memiliki nilai kontrak Rp1.124.500.000. Waktu pelaksanaannya selama 106 hari, terhitung mulai 28 Agustus 2026 hingga 11 Desember 2026.
Dengan adanya keberadaan jembatan darurat, warga diharapkan tetap memiliki akses mobilitas selama proses pembangunan berlangsung.
Jalur tersebut juga menjadi penghubung penting antara Kecamatan Pejagoan dan Kecamatan Karangsambung.
