Taman Sorogenen Pekalongan Jadi RTH, Taman Patiunus untuk Parkir Pasar Banjarsari Baru

www.EkonomiNusantara.com.ǁJawa Tengah, 25 Desember 2025-Pemkot Pekalongan mulai melakukan penataan ulang Taman Sorogenen dan Taman Patiunus setelah relokasi pedagang ke Pasar Banjarsari Baru.

Taman Sorogenen direncanakan kembali berfungsi sebagai ruang terbuka hijau (RTH), sementara Taman Patiunus disiapkan sebagai area parkir penunjang aktivitas pasar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan, Joko Purnomo mengatakan, pemanfaatan kedua taman tersebut sebagai pasar darurat pasca kebakaran Pasar Banjarsari merupakan langkah sementara untuk menjaga roda perekonomian tetap berjalan.

“Setelah seluruh pedagang direlokasi ke Pasar Banjarsari Baru, kami mulai mengembalikan fungsi kawasan sesuai peruntukannya,” ujar Joko Purnomo, Kamis (25/12/2025).

Untuk Taman Sorogenen, Pemkot Pekalongan berkomitmen mengembalikan fungsi taman sebagai RTH.

“Namun, proses penataan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah,” ucapnya.

Dia menjelaskan, pada tahun anggaran 2026 terjadi pengurangan Dana Alokasi Umum (DAU) yang berdampak pada efisiensi belanja daerah.

Kondisi tersebut membuat pembangunan fisik, termasuk revitalisasi taman, harus ditunda sementara.

“Fokus kami saat ini adalah pelayanan dasar kepada masyarakat. Pelayanan persampahan tetap berjalan normal, sedangkan pembangunan fisik menyesuaikan kemampuan anggaran,” jelasnya.

Sebagai upaya percepatan penataan, DLH Kota Pekalongan tengah menyiapkan proposal pendanaan yang akan diajukan ke Kementerian Pekerjaan Umum serta Pemprov Jateng.

“Kami berharap, ada dukungan dari pusat dan provinsi. Apalagi, Taman Sorogenen sebelumnya merupakan hibah dari Kementerian PU,” tambahnya.

Sementara itu, penataan berbeda diterapkan di Taman Patiunus. Kawasan tersebut kini diarahkan sebagai area parkir untuk mendukung operasional Pasar Banjarsari Baru.

“Taman Patiunus disetting sebagai area parkir penunjang pasar. Area ini, sudah dipaving sehingga lebih sesuai untuk kebutuhan parkir,” ungkap Joko.

Dia menambahkan, penanganan di Taman Patiunus saat ini difokuskan pada aspek kebersihan dan ketertiban lingkungan agar fungsi parkir tidak menimbulkan dampak negatif bagi warga sekitar.

“Melalui penataan ini, kami berharap Taman Sorogenen ke depan kembali menjadi ruang terbuka hijau yang berfungsi sebagai area resapan air, sarana olahraga, serta ruang interaksi sosial masyarakat.”

“Sementara Taman Patiunus diharapkan mampu mendukung kelancaran aktivitas Pasar Banjarsari Baru melalui fasilitas parkir yang tertata dan bersih,” tambahnya.