www.EkonomiNusantara.com.ǁJawa Tengah, 4 Januari 2026-Dua pengemudi mobil melakukan aksi nekatnya saat hendak menyeberang di perlintasan rel kereta api berpalang pintu di Desa Gebang, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal, Minggu (4/1/2026).
Masing-masing sopir pikap dan Toyota Ayla saling serobot dan berebut jalan. Kedua mobil lantas rusak tersambar kereta api.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Kendal, Ipda M Heru Ardiantoro mengonfirmasi peristiwa itu terjadi sekira pukul 14.00. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Tidak ada korban jiwa, kedua sopir yang saling menyerobot jalan itu waktu palang kereta sudah dibuka,” katanya, Minggu (4/1/2026).
Ipda Heru mengungkapkan, kronologi bermula saat kereta api melaju dari arah barat atau Jakarta menuju timur atau Semarang.
Setelah kereta api melintas, mobil pikap bernomor polisi H 8759 TM dan Toyota Ayla merah bernomor polisi G 1387 FC, langsung menyerobot masuk.
Padahal kondisi jalan tak cukup lebar untuk berpapasan dengan mobil lain dari arah berlawanan.
“Papasan bisa, tapi tetap pelan. Yang pikap dari arah selatan menuju ke arah utara. Toyota Ayla dari arah utara menuju selatan,” ungkapnya.
Nahasnya, kedua mobil itu tiba-tiba berhenti di tengah rel kereta api.
Sedangkan dari arah timur atau Semarang, telah melaju KA 27 Argo Merbabu menuju arah barat atau Jakarta.
Di sisi lain, petugas jaga juga sudah menutup palang pintu.
Alhasil, kecelakaan tak dapat dihindarkan, kereta meluncur cepat dan langsung menyerempet kedua mobil.
“Kalau jarak 500 meter sampai 1 kilometer ada kereta, dan mobil nekat melintas itu biasanya mogok. Karena magnetnya tinggi,” paparnya.
Beruntung, sopir pikap bernama Achmad Ardiyanto (29), warga Desa Kedungasri RT 01 RW 03 Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal langsung menyelamatkan diri sebelum terhantam bodi kereta api.
Begitu pula pengemudi Toyota Ayla bernama Mohammad Sidikin (41), warga Desa Ngerjo RT 03 RW 01 Kecamatan Ringinarum juga langsung bergegas keluar dari mobilnya.
Ipda Heru mengatakan, kedua sopir juga telah mengakui kesalahannya.
Kepada polisi, mereka tergesa-gesa sehingga terpaksa menyerobot jalur perlintasan kereta api.
“Sopir sudah mengaku salah dan mereka juga tahu kalau ada kereta lagi yang akan lewat. Cuma alasannya itu tadi tergesa-gesa,” sambungnya.
Ipda Heru menambahkan, pihaknya sebenarnya janggal dengan kinerja petugas jaga yang diduga langsung membuka palang pintu sebelum kereta api sepenuhnya lewat.
Pihaknya juga akan melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai dugaan kelalaian petugas jaga tersebut.
“Kalau SOP-nya menunggu kereta dua-duanya lewat dulu, baru dibuka sepenuhnya.”
“Ini baru satu yang lewat, sudah dibuka terus ditutup lagi,” tandasnya.
