Astaga Mayoritas Klien Rehabilitasi BNN Purbalingga Adalah Pelajar, 19 Orang Masih SD

www.EkonomiNusantara.com.ǁJawa Tengah, 5 Januari 2026-Capaian Klinik Pratama BNN Kabupaten Purbalingga sepanjang tahun 2025 menyisakan keprihatinan sekaligus refleksi mendalam bagi dunia pendidikan.

Dari target rehabilitasi 22 klien, faktanya angka tersebut justru melonjak hingga dua kali lipat, menjadi 44 klien.

Yang lebih mengkhawatirkan, mayoritas klien rehabilitasi tersebut justru berasal dari kalangan pelajar.

Rinciannya, 19 klien di tingkat SD, 16 klien di tingkat SMP, 8 klien di tingkat SMA dan 1 klien di tingkat diploma.

Menanggapi adanya fenomena tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga, sekaligus Ketua PGRI Purbalingga, Joko Sumarno menilai, tingginya angka rehabilitasi narkoba pada anak usia sekolah tidak bisa dibebankan hanya kepada sekolah saja.

Menurutnya, masa anak-anak dan remaja merupakan fase pencarian jati diri, di mana mereka ingin diakui dan ingin menjadi bagian dari kelompok.

Kondisi tersebutlah yang membuat mereka rentan terhadap pengaruh lingkungan, termasuk pergaulan yang salah.
“Maka ini yang menjadi tanggung jawab di dunia pendidikan secara tripartit, yakni keluarga, sekolah dan masyarakat.

Ketiganya harus saling terkait dan memiliki kontribusi yang besar,” katanya, Senin (5/1/2026).

Joko menegaskan, keluarga memiliki peran paling fundamental karena menjadi pendidikan informal dengan interaksi paling panjang bersama anak.

Karakter keluarga, termasuk aspek religiusitas dan keteladanan orang tua, sangat menentukan arah tumbuh kembang anak.

Di sisi lain, sekolah berperan melalui pendidikan formal yang terstruktur lewat kurikulum dan kegiatan pembelajaran.

Namun, ia menyadari sekolah memiliki keterbatasan dalam waktu pengawasan.

“Jam pengawasan sekolah terbatas. Anak-anak justru lebih banyak menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga dan lingkungan masyarakat. Di situlah tantangannya,” ujarnya.

Secara kurikulum, lanjutnya, sekolah sudah memadai.

Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada kesinambungan antara pola pendidikan di rumah dan lingkungan sekitar.

Pihaknya pun mendorong agar pendidikan karakter tidak hanya bertumpu pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) serta Pendidikan Agama.

Menurutnya, seluruh mata pelajaran harus terintegrasi dengan nilai-nilai karakter.

“Semua mapel harus ikut berperan.

Guru juga harus menjadi teladan, baik dari sikap ataupun religiusitasnya.

Kegiatan berbasis pendidikan karakter perlu terus di tingkatkan,” katanya.

Adapun terkait anak-anak yang sudah terlanjur tersandung dalam kasus narkoba, pihaknya menekankan pentingnya pendalaman kasus secara proporsional.

Pembinaan tetap harus dikedepankan, sementara rehabilitasi menjadi opsi jika kondisinya sudah tergolong berat.

Sementara itu, kepada anak-anak yang sudah dikeluarkan dari sekolah, menurutnya mereka tetap memiliki hak untuk melanjutkan pendidikan, salah satunya melalui jalur non formal.

“Tidak ada alasan anak putus sekolah. Mereka bisa melanjutkan melalui jalur kejar paket A,B atau C sepanjang ada kemauan,” tuturnya.

Dalam upaya pencegahan sendiri, Dindikbud Purbalingga terus mendorong agar sekolah aktif menjalin kerja sama dengan kepolisian ataupun BNN terkait sosialisasi narkoba.

Beberapa sekolah, menurutnya juga sudah melakukan langkah tersebut secara mandiri.

Meskipun demikian, Joko mengakui tenaga psikolog profesional di lingkungan sekolah seharusnya sangat dibutuhkan.

Namun, karena keterbatasan tenaga membuat penanganan masih bertumpu pada guru Bimbingan Konseling (BK) yang telah mendapatkan pelatihan khusus.

Melalui upaya tersebut, Joko berharap agar anak-anak usia sekolah di Purbalingga kedepannya tidak lagi terjerat dari narkoba yang merusak masa depan.

“Narkoba itu merusak masa depan. Maka kami mengajak orang tua untuk lebih memperhatikan pergaulan anaknya, masyarakat juga harus menjaga lingkungan dan guru juga dapat menjadi teladan serta lebih terbuka kepada anak.

Apabila ada indikasi menyimpang, segera ditangani bersama,” pungkasnya.