Ekonomi Jawa Tengah Diprediksi Melesat 5,7 Persen di 2026, Melampaui Pertumbuhan Nasional

www.EkonomiNusantara.com.ǁJawa Tengah,30 November  2025-Perekonomian Jawa Tengah diproyeksikan tumbuh pada kisaran 4,9 hingga 5,7 persen dengan inflasi terjaga.

Plh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jateng, Nita Rachmenia menyampaikan, Jateng menyambut prospek positif ini dengan tetap mewaspadai sejumlah risiko global yang dapat memengaruhi stabilitas harga dan aktivitas produksi.

Di tengah tantangan tersebut, kolaborasi dan sinergi lintas sektor menjadi kunci untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah serta menjaga momentum pertumbuhan.

“Peerekonomian Jatenf 2026 diproyeksikan tumbuh pada kisaran 4,9 – 5,7 persen dengan inflasi yang tetap terjaga,” ucapnya, Minggu (30/11/2025).

Di tengah ketidakpastian global, Nita menyebut, perekonomian Jateng tetap tumbuh solid. Pada triwulan III 2025, ekonomi Jateng tumbuh 5,37 persen. Angka itu meningkat dari sebelumnya 5,28 persen pada triwulan II dan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional sebesar 5,04 persen (yoy).

“Capaian ini mencerminkan fundamental ekonomi Jateng yang kuat yang didukung oleh sinergi erat antara Pemprov Jateng, Bank Indonesia, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga momentum pertumbuhan,” paparnya.

Disamping itu, lanjut dia, realisasi investasi Jateng hingga September 2025 mencapai Rp 66,13 triliun. Capaian ini menunjukkan kuatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha daerah yang kompetitif dan produktif.

Melalui platform KERIS Jateng, kolaborasi penguatan investasi diproyeksikan terus berlanjut untuk mendorong transformasi sektor industri pengolahan, tekstil, alas kaki, furnitur, makanan & minuman, pariwisata, hingga energi terbarukan.

“Sinergi erat antara TPID, Bank Indonesia, dan pemerintah daerah juga menjaga inflasi Jawa Tengah tetap berada dalam rentang sasaran 2,5 ± 1 persen,” katanya.

Nita menambahkan, Jateng terus memperkuat ekosistem ekonomi digital dan sistem pembayaran, yang kini didukung lebih dari 8,09 juta pengguna QRIS serta hampir 1 miliar transaksi non tunai hingga Oktober 2025.

Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian Provinsi Jawa Tengah, Agus Prasutio menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Bank Indonesia, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas perekonomian daerah.

Mrnurut dia, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah sebesar 5,37 persen serta realisasi investasi sebesar Rp66,13 triliun mencerminkan fundamental ekonomi yang kuat.

“Penguatan UMKM, percepatan digitalisasi, dan pengendalian inflasi pangan secara end-to-end yang dilakukan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan ekonomi Jateng bertujuan untuk mendorong perekonomian agar berdaya tahan tinggi, tumbuh lebih inklusif dan hijau,” paparnya.