Bupati Tika Siapkan “Satu Desa Satu Sarjana”, Cara Lain Turunkan Angka Pengangguran di Kendal

www.EkonomiNusantara.com.ǁJawa Tengah,21 September 2025-Pemkab Kendal berencana membuat terobosan anyar sebagai wujud komitmen menurunkan angka pengangguran.

Saat ini, presentase angka pengangguran di Kendal mengalami penurunan sejak 2020 sebesar 5,67 persen.

Penurunan terus berlanjut pada 2021 hingga 2022 sebesar 7,34 persen.

Pada 2023, presentase angka pengangguran juga turun sampai 5,76 persen.

Sedangkan 2024 menurun 5,01 persen.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari mengatakan, penurunan itu tak terlepas dari beberapa kebijakan daerah yang terus fokus untuk menurunkan angka pengangguran.

Pada tahun ini, pihaknya menargetkan 1 persen angka penurunan pengangguran setiap tahunnya.

Melalui program Satu Desa Satu Sarjana yang sedang dimatangkan, Pemkab Kendal optimis angka pengangguran akan terus menurun setiap tahunnya.

“Jumlah pengangguran di Kabupaten Kendal saat ini mencapai 32 ribu orang dan harapannya tahun ini dapat mengalami penurunan 1 persen,” kata Bupati yang akrab disapa Tika, Minggu (21/9/2025).

Tika menerangkan, konsep Satu Desa Satu Sarjana akan menitikberatkan tentang peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) mulai tingkat desa.

Dalam penerapannya, remaja yang telah selesai masa pendidikan SLTA akan melanjutkan pendidikan tinggi di Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu (Polifurneka).

Perguruan Tinggi yang berada di Kawasan Industri Kendal (KIK) itu diharapkan bisa menjadi mitra Pemkab Kendal untuk menyukseskan program yang ditargetkan mulai terealisasi pada 2026.

“Program Satu Desa Satu Sarjana dari Pemkab Kendal akan memfasilitasi masyarakat untuk berkuliah di Polifurneka Kendal,”

“Sehingga setelah selesai pendidikan, bisa langsung mendapatkan pekerjaan sesuai bidangnya.” paparnya.

Selain program Satu Desa Satu Sarjana, Pemkab Kendal telah melakukan MoU dengan stakeholder terkait untuk mengadakan pelatihan kerja sesuai kebutuhan perusahaan.

Kepala UPTD BLK Disperinaker Kabupaten Kendal, Hendro Setyo Utomo menjelaskan, pelatihan tahap pertama mencakup 7 kelas untuk jurusan penjahit operator garmen dan satu kelas Instalasi listrik.

Setiap kelas terdiri dari 16 peserta dengan total 8 kelas, dan durasi pelatihan berkisar antara 22 hingga 33 hari.

“Yang dinyatakan lolos ada 144,” katanya.

Dia menambahkan bahwa pelatihan dilakukan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan di Kawasan Industri Kendal (KIK), serta mendorong peserta agar memiliki semangat berwirausaha.

“Kalau sesuai skill dan kebutuhan, mereka akan direkrut oleh pihak KIK.”

“Atau mereka juga bisa menjadi wirausahawan,” tandasnya.