Puluhan Koperasi Merah Putih di Purbalingga Ikuti Bimtek Perkoperasian

www.EkonomiNusantara.com.ǁJawa Tengah,24 September 2025-Pemerintah Kabupaten Purbalingga melalui Dinas Koperasi dan UKM (DinkopUKM) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Perkoperasian Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih (Kopdes MP).

Kegiatan ini berlangsung selama lima hari di Perpustakaan Daerah Purbalingga, dengan peserta dua orang pengurus inti, yakni ketua dan bendahara, dari 30 koperasi setiap harinya.

Kepala Bidang Koperasi DinkopUKM Kabupaten Purbalingga, Jatmiko, mengungkapkan bahwa hampir sebagian besar Kopdes MP di Purbalingga belum berjalan. Penyebabnya adalah minimnya modal dan pengetahuan yang dimiliki pengurus.

“Walaupun sebenarnya gagasan usaha sudah ada, tapi mereka kebanyakan masih bimbang dan belum percaya diri untuk melangkah,” katanya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (24/9/2025).

Karena itu, pelatihan ini dinilai penting sebagai dasar untuk memahami prinsip dan jati diri perkoperasian.

“Harapannya mereka bisa paham apa itu koperasi dan arti penting koperasi, agar ketika berjalan nanti mereka mampu melaksanakan fungsi koperasi dengan baik serta mengendalikan usaha yang dijalankan,” jelas Jatmiko.

Dalam pelatihan tersebut, DinkopUKM menggandeng sejumlah narasumber seperti Perumda Puspahastama, Bank Jateng, Ldp Cendekia Karanganyar, hingga DKPP Kabupaten Purbalingga. Selain itu, rencananya juga akan ada pelatihan lanjutan yang bersumber dari APBN Dekon.

“Pelatihan ini memang bersumber dari APBD dan dilaksanakan satu kali sehari. Tapi kemungkinan besar dari APBN Dekon juga akan ada pelatihan, meskipun teknisnya masih menunggu,” tambahnya.

Jatmiko berharap, melalui pelatihan ini pengurus Kopdes MP memiliki gambaran dalam menjalankan usaha. Karena keberadaan usaha akan berdampak pada meningkatnya jumlah anggota.

“Jika sudah dibarengi usaha, maka calon anggota akan lebih percaya. Dengan begitu anggota bisa semakin bertambah dan koperasi pun semakin kuat,” tuturnya.

Selain itu, DinkopUKM juga mendorong Kopdes MP untuk membuka kios pangan murah.

“Meskipun hasilnya belum optimal, paling tidak Kopdes sudah punya usaha. Biar berjalan dulu, nanti ke depan baru ditambah modal, anggota, dan lainnya supaya lebih kuat,” terangnya.

Lebih lanjut, Jatmiko mengatakan, meskipun Kopdes MP dapat mengakses modal ke Himbara, saat ini belum ada koperasi yang mengajukan. Hal tersebut karena belum adanya petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) untuk proses pengajuan.

“Mungkin tidak lama lagi juklak dan juknis sudah ada. Namun meski bisa mengakses modal dari luar, kami tetap menekankan agar koperasi memperkuat permodalan sendiri,” ucapnya.

Jatmiko juga berharap dengan adanya kegiatan bimtek, pengurus Kopdes MP dapat lebih memahami tentang koperasi dan dapat segera menjalankan usahanya.

“Karena koperasi itu kan badan usaha, jadi memang harus punya usaha, walau kecil, tapi prinsipnya jalan dulu aja,” pungkasnya.