www.EkonomiNusantara.com.ǁJawa Tengah, 4 Desember 2025-Pagi itu, linimasa Instagram mendadak ramai memperbincangkan sebuah pesan keluhan dari seorang wali murid SMKN 1 Karangawen, Demak.
Pesan tersebut dikirimkan melalui DM ke akun influencer @brorondm, yang dikenal sering menyoroti isu-isu sosial dan pendidikan.
Isinya sederhana, namun langsung memicu gelombang reaksi dari publik.
Pemilik akun yang mengaku sebagai wali murid itu menyampaikan biaya seragam sekolah mencapai Rp 2 juta dan itu pun hanya berupa kain yang harus dijahit sendiri.
Begitu unggahan itu diposting pada Rabu (3/12/2025), komentar warganet langsung membludak.
Sebagian marah, sebagian tak percaya, sebagian lagi justru mengaku mengalami hal serupa di sekolah negeri lainnya.
Keluhan itu berkembang menjadi percakapan besar tentang transparansi biaya pendidikan.
Berangkat dari ramainya aduan tersebut, Tribun Jateng mencoba menelusuri langsung ke SMKN 1 Karangawen.
Sekolah itu terletak di Jalan Karang Pacing Kulon, Ploso, Desa Tlogorejo.
Bangunan sekolah tampak sibuk pagi itu, para murid dan guru tengah mengikuti lomba bernyanyi di halaman.
Di tengah keramaian acara sekolah, seorang penjaga bernama Anton menyambut kedatangan tim media.
“Pak kepala sekolah sedang dinas luar. Yang ada bagian kesiswaan dan TU, coba saya sampaikan,” ujar Anton, Kamis (4/12/2025).
Namun sebelum tim dipertemukan dengan pihak sekolah, Anton terlebih dulu meminta ID card peliputan.
Setelah mengecek ke beberapa ruangan, ia kembali dengan jawaban yang mengecewakan.
“Ini saya tanyakan semua, katanya sedang sibuk. Kalau tidak, bisa hubungi nomor telepon yang ada di akun Instagram sekolah,” katanya.
Mengikuti saran tersebut, tim mencoba menghubungi nomor yang tercantum di akun resmi @smkn_satukarangawen.
Namun panggilan maupun pesan tak kunjung direspons. Hanya suara sambungan telepon yang terus berbunyi tanpa jawaban.
Pada unggahan yang viral itu, wali murid menyampaikan keluhan secara gamblang.
Tak hanya soal biaya, tetapi juga soal proses pembayaran yang dinilai tidak transparan.
“Bang tlg pantau SMKN 1 Karang Awen Demak… Ponakan saya sklh disana.
Beli seragam 2 jt msh dlm bentuk bahan, disrh jahit sendiri. tanpa kwitansi. pemberitahuan pun lwt lisan.
mgkn tau kl sklh negeri sdg di pantau. belum lg pungli lainnya,” tulis akun tersebut kepada @brorondm.
