30 SD Negeri Rusak di Semarang Masuk Daftar Perbaikan 2026, Disdik: Pendrikan Lor 02 Masuk Skema

www.EkonomiNusantara.com.ǁJawa Tengah,30 Juli 2026-Dinas Pendidikan Kota Semarang menyebut alokasi perbaikan sekolah dasar (SD) negeri yang mengalami kerusakan pada 2026 akan menyasar sekitar 30 titik.

Perbaikan difokuskan pada bangunan dengan kategori kerusakan sedang dan berat.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Muhammad Ahsan mengatakan, salah satu sekolah yang telah masuk dalam skema perbaikan tahun ini adalah SD Negeri Pendrikan Lor 02.

Diketahui, sekolah tersebut mengalami kerusakan di sejumlah ruang karena sudah lapuk akibat rayap dan usia bangunan yang sudah puluhan tahun.

“Jadi, terkait dengan pemeliharaan sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan itu memang masih ada beberapa di Kota Semarang dan termasuk di SD Negeri Pendrikan Lor 02 itu. SD Negeri Pendrikan Lor 02 sudah masuk skema untuk yang kita perbaiki di tahun 2026 ini,” kata Ahsan di sela menghadiri rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Semarang, Kamis (30/7/2026).

Ia menambahkan, perbaikan tersebut ditargetkan dapat segera selesai tahun ini.

“Jadi, di tahun ini nanti sudah bisa kita perbaiki agar lebih nyaman untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran anak-anak, murid-murid kita semuanya,” ujarnya.

Menurut Ahsan, pekerjaan yang ditangani Dinas Pendidikan meliputi perbaikan dengan kategori sedang hingga berat.

Sementara kerusakan ringan dapat ditangani sekolah menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Ya, perbaikan pastinya ada ruang-ruang, unit-unit gedung yang perlunya perbaikan kategori sedang. Jadi, untuk Dinas Pendidikan memang menangani yang perbaikan sedang dan berat. Kalau pemeliharaan yang ringan, itu bisa menggunakan dana BOS.”

“Untuk yang sedang dan berat, tentu dari Dinas Pendidikan,” lanjutnya.

Meski demikian, Ahsan belum merinci besaran anggaran yang dialokasikan untuk program tersebut.

Terkait kondisi SD Negeri Pendrikan Lor 02, ia menyebut terdapat bangunan yang masuk kategori kerusakan sedang maupun berat dan akan melalui asesmen lebih lanjut.

“Ada yang sedang, ada yang berat. Jadi, nanti sarpras di bidang SD yang akan melakukan asesmen sejauh mana kerusakannya dan kategorinya sedang atau berat tentu itu sudah masuk anggaran di sana,” terangnya.

Ahsan juga menyebutkan, selain sekitar 30 titik perbaikan pada 2026, pemerintah telah menyiapkan lebih dari 40 titik perbaikan pada 2027.

“Perbaikannya di 2026 ini untuk alokasi perbaikan di SD ada 30 lebih titik ya. Nanti di 2027 lebih dari 40 titik,” katanya.

Mengenai progres pelaksanaan, ia mengatakan sebagian proyek masih dalam proses pengadaan, sementara lainnya telah memasuki tahap pelaksanaan.

“Karena ada kegiatan yang saat ini masih tahap PPJ (pengadaan barang/jasa) yang dilelang dan ada kegiatan kegiatan yang memang sudah terpilih penyedianya. Dan ada kegiatan yang saat ini sudah mulai melakukan kegiatan tersebut,” tuturnya.

Menurut Ahsan, seluruh lokasi yang telah masuk daftar perbaikan merupakan prioritas pemerintah.

“Itu prioritas semuanya. Jadi, kalau sudah kita lakukan pemeliharaan, perbaikan di tahun 2026 itu ya prioritas semuanya,” ucapnya.

Ia menambahkan, jumlah sekolah yang membutuhkan penanganan sebenarnya cukup banyak mengingat Kota Semarang memiliki 325 SD negeri.

Menurutnya, perbaikan dilakukan secara bertahap setiap tahun.

“Yang mengalami kerusakan sedang, kerusakan berat itu tentu jumlahnya cukup banyak. Ya, karena itu SD Negeri kan jumlahnya 325. Sehingga dari tahun ke tahun ada yang kita perbaiki, tapi juga ada yang mulai perlu pemeliharaan lagi. Jadi, selalu bergantian,” ujarnya.

“Jadi, memang berurutan terus, berulang terus. Dan ini tentu tidak akan pernah selesai,” imbuhnya.