Tantangan Pariwisata di Kabupaten Semarang 2026: Angka Belanja Wisatawan Masih di Bawah Rp200 Ribu?

www.EkonomiNusantara.com.ǁJawa Tengah, 22 Januari 2026-Kabupaten Semarang dikenal memiliki bentang alam indah hingga wisata religi yang kian diminati wisatawan.

Sejumlah destinasi memiliki daya tarik tersendiri.

Namun di balik pesona tersebut, tantangan besar masih dihadapi sektor pariwisata di kabupaten ini, yakni rendahnya lama tinggal dan tingkat belanja wisatawan.

Kepala Bidang Promosi Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Hendrastuti Ikasari mengungkapkan, rata-rata lama tinggal wisatawan di Kabupaten Semarang masih tergolong singkat. Rata-rata lama tinggal wisatawan nusantara (wisnus) baru 1,17, sedangkan wisatawan mancanegara (wisman) di angka 1,57.

“Artinya, wisatawan itu rata-rata hanya menginap satu malam. Padahal, dengan potensi pariwisata yang luar biasa seperti ini, di daerah lain bisa sampai tiga malam,” ujarnya, Kamis (22/1/2026).

Menurutnya, salah satu faktor utama rendahnya lama tinggal wisatawan adalah karakter pengunjung yang masih didominasi wisatawan dari daerah sekitar Kabupaten Semarang.

Mayoritas wisatawan berasal dari Kendal, Jepara, Kudus, Pati, dan wilayah sekitar lainnya, yang tidak membutuhkan waktu menginap lama.

“Mereka datang pagi, sore sudah pulang. Jadi, memang belum ada kebutuhan untuk menginap,” jelasnya.

Diakuinya, masih ada tantangan lain yakni persaingan akomodasi dengan Kota Semarang.

Banyak wisatawan memilih menginap di Kota Semarang karena pilihan hotel yang lebih banyak dengan harga yang relatif lebih murah.

Padahal, Kabupaten Semarang juga memiliki daya tarik tersendiri sebagai kawasan wisata dengan udara sejuk dan suasana asri.

Dari sisi akomodasi, tercatat terdapat sekitar 252 hotel nonbintang dan bintang.

“Kalau dibandingkan Kota Semarang, jumlah hotel bintang kita memang masih jauh. Jumlah hotel bintang di Kabupaten Semarang ada sekitar 15 hotel,” ungkapnya.

Padahal, lama tinggal wisatawan cukup berpengaruh pada spending money atau belanja wisatawan.

Hendrastuti membeberkan, hasil survei yang dilakukan Dinas Pariwisata, belanja wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Semarang itu masih di bawah Rp 500 ribu.

“Rata-rata itu Rp 172 ribu. Itu dari 41 persen responden yang menjawab itu dengan angka segitu,” sebutnya.

Kondisi tersebut mendorong Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang untuk memperkuat promosi ke luar daerah secara lebih masif.

Salah satu strategi yang dilakukan adalah melalui road show promosi pariwisata luar daerah serta pelaksanaan Travel Mart Gedong Songo yang menyasar wisatawan dari luar Jawa Tengah.

“Harapannya wisatawan dari luar daerah yang jaraknya jauh otomatis akan menginap di sini,” katanya.

Selain promosi destinasi, Hendrastuti menambahkan, penyelenggaraan event juga dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan.

Event yang berlangsung hingga malam hari diharapkan mampu menahan wisatawan agar tidak langsung kembali ke daerah asal.