Mengenal Patlikuran, Ruang Nguri-uri Dolanan Tradisional bagi Anak PAUD di Salatiga

www.EkonomiNusantara.com.ǁJawa Tengah, 25 Januari 2026-Tawa anak-anak pecah di halaman Rumah Dinas Wali Kota Salatiga, Sabtu (24/1/2026).

Dengan kaus olahraga berwarna cerah, sekira 80 siswa PAUD memainkan beragam permainan tradisional. Dalam permainan Jamuran, anak-anak berputar sambil bernyanyi.

Tak kalah seru, sejumlah anak juga bermain Cublak-Cublak Suweng yang mengundang rasa penasaran.

Sementara, di sisi yang lain, permainan Ular Naga dan Seprengan atau Lompat Tali mengasah keberanian dan kerja sama anak-anak.

Hari yang menyenangkan pun itu menjadi pembuka manis agenda “Patlikuran” pertama melalui kegiatan Dolanan Bareng Bunda PAUD.

Di antara senyum-senyum merekah anak-anak, Retno Robby Hernawan, Bunda PAUD Kota Salatiga, tampak membaur. Ia tak sekadar menyaksikan, tetapi ikut mengajak, memandu, dan bermain bersama anak-anak.

Baginya, permainan tradisional adalah pintu masuk menanamkan nilai dan budaya sejak dini.

“Saya sangat senang sekali melihat anak-anak ini bermain ceria. Dalam hal ini adalah di patlikuran yang kita dedikasikan dan inisiasi untuk menguri-uri budaya Jawa yang tentunya kita awali dari usia dini.

Kita tadi bermain dengan berbagai macam permainan, inilah dunia anak-anak yang memang kita harus wadahi dan harus kita kembangkan sejak dini,” paparnya.

Dalam kesempatan Patlikuran tersebut, story telling juga dihadirkan. Dengan seksama, anak-anak nampak memperhatikan Bunda PAUD yang menceritakan kisah berjudul Si Dompu yang Rajin Berdoa.

Tak ketinggalan pula UMKM di Kota Salatiga turut hadir menyiapkan berbagai produknya mulai dari makanan dan minuman, fashion, batik, hingga aksesoris.

Kegiatan yang digelar Pemerintah Kota Salatiga ini merupakan kolaborasi lintas OPD, melibatkan Dinas Pendidikan serta Dinas Koperasi dan UKM.

Lebih dari sekadar agenda rutin bulanan, Patlikuran dirancang sebagai ruang temu, tempat anak-anak belajar bersosialisasi, mengenal budaya, dan menumbuhkan rasa percaya diri lewat permainan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Muh Nasiruddin berharap, kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa memiliki budaya khususnya budaya Jawa.

“Ini adalah suatu hal yang luar biasa adik-adik ini diberikan kesempatan bersilaturahmi dengan Bunda PAUD dan juga nanti mengekspresikan seluruh kemampuan yang dimiliki oleh anak-anak kita bersama.

Mudah-mudahan memberikan semangat dan menjadi sebuah kebanggaan sekaligus motivasi untuk anak-anak semua,” tuturnya.