Baru 7 TPST 3R di Batang, DLH Sebut Pengelolaan Sampah Desa Masih Embrio

www.EkonomiNusantara.com.ǁJawa Tengah,1 September 2026-Pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kabupaten Batang masih berada pada tahap awal, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang menyebut keberadaan fasilitas pengelolaan sampah di tingkat masyarakat masih sangat terbatas.

Kepala DLH Kabupaten Batang, Rusmanto, mengatakan kondisi tersebut tidak lepas dari kebiasaan lama masyarakat yang masih menerapkan pola kumpul, angkut, dan buang.

“Kalau di Batang itu kita masih embrio. Jadi ya, dari awal kan memang praktik open dumping itu masih berjalan,” kata Rusmanto kepada Tribunjateng, Selasa (1/9/2026).

Menurut dia, perubahan paradigma pengelolaan sampah menjadi salah satu pekerjaan besar yang harus dilakukan secara bertahap.

Saat ini, baru terdapat tujuh Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPST 3R) yang sudah tersedia di masyarakat.

“Di TPST 3R ada 7 yang sudah ada di masyarakat,” ujarnya.

Satu di antaranya yang menjadi prototype pengembangan pengelolaan sampah tersebut berada di Kalipucang.

“Kalau yang prototype TPST 3R-nya sementara di Kalipucang,” jelasnya.

Tidak berhenti di tujuh lokasi, DLH menargetkan pembangunan tiga TPST 3R tambahan pada tahun ini.

“Kemudian tahun ini nanti kita akan membentuk 3 TPST 3R lagi,” ungkapnya.

Pengembangan TPST 3R tersebut akan berjalan bersamaan dengan penguatan layanan sampah di tingkat desa.

Dalam skema yang disiapkan, masyarakat tidak lagi menyerahkan seluruh jenis sampah secara tercampur. Setiap rumah tangga akan diarahkan melakukan pemilahan sejak dari sumber.

Sampah yang masih memiliki nilai ekonomi maupun dapat didaur ulang akan dipisahkan, sehingga tidak seluruhnya berakhir sebagai residu.

DLH berharap penguatan fasilitas dan layanan tersebut dapat menjadi titik balik pengelolaan sampah di Kabupaten Batang.

Target akhirnya bukan hanya menambah fasilitas pengolahan, tetapi mengubah perilaku masyarakat agar pengelolaan sampah dimulai sejak dari rumah.

“Ini yang nanti akan kita rubah melalui programnya Pak Bupati dengan layanan sampah itu,” tutupnya.