www.EkonomiNusantara.com.ǁJawa Tengah, 9 Maret 2026-Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 60, Pemerintah Kabupaten Batang menargetkan dua rekor sekaligus dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui aksi lingkungan dan pertunjukan budaya massal yang melibatkan ribuan aparatur sipil negara.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Batang, Sri Purwaningsih, mengungkapkan rencana besar tersebut saat memimpin apel pegawai di lingkungan Pemkab Batang, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, peringatan HUT Batang tahun ini akan menjadi momentum mencetak sejarah baru dengan partisipasi besar dari seluruh aparatur pemerintah, mulai dari PNS, PPPK, tenaga harian lepas (THL), hingga perangkat desa.
Satu di antaranya rekor yang dibidik adalah pengumpulan minyak goreng bekas atau jelantah yang melibatkan aparatur pemerintahan.
Ia menjelaskan, rekor serupa sebenarnya pernah ada dengan jumlah pengumpulan mencapai 45 ribu liter.
Namun di Batang, konsepnya dibuat berbeda karena secara khusus melibatkan aparatur pemerintah sebagai peserta utama.
“Rekor MURI pengumpul minyak jelantah memang sudah ada 45 ribu. Tetapi ini dikemas khusus dengan peserta PNS, PPPK, dan PPPK paruh waktu, sehingga diperbolehkan,” kata Pj Sekda Batang.
Untuk mewujudkan target tersebut, setiap pegawai diminta menyumbangkan minimal satu liter minyak jelantah dari rumah tangga masing-masing.
Pengumpulan akan dilakukan beberapa hari sebelum puncak acara.
“Pelaksanaannya tanggal 10 April, sehingga pengumpulan kemungkinan kita mulai sekitar tanggal 8 dan maksimal tanggal 9 April,” ucapnya.
Tidak hanya aksi peduli lingkungan, Pemkab Batang juga menyiapkan atraksi budaya massal untuk mencetak rekor berikutnya.
Tarian khas daerah, Tari Babalu, akan dibawakan secara kolosal oleh sedikitnya 1.000 peserta dalam satu panggung besar.
Uniknya, konsep penampilan tarian ini dibuat lebih modern dan sederhana agar bisa diikuti oleh banyak pegawai.
Alih-alih mengenakan kostum lengkap Tari Babalu, para peserta akan tampil seragam mengenakan kaos hitam dan kacamata hitam, sehingga menciptakan tampilan yang disebut Sri Purwaningsih bergaya seperti ‘Men in Black’.
“Tidak perlu memakai pakaian Tari Babalu lengkap, cukup kita seragamkan memakai kaos hitam dan kacamata hitam,” ujarnya.
Konsep tersebut diharapkan membuat tarian massal ini terlihat kompak sekaligus unik sehingga berpotensi memikat perhatian publik.
Di sela – sela pengumuman rencana pemecahan rekor tersebut, Sri Purwaningsih juga mengingatkan seluruh pegawai untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem yang belakangan sering terjadi di Kabupaten Batang.
Ia menyoroti meningkatnya kejadian angin kencang dan hujan yang menyebabkan beberapa pohon tumbang di sejumlah wilayah.
“Bapak Ibu mohon berhati-hati dengan cuaca ekstrem. Beberapa kejadian pohon tumbang terjadi di Batang. Tahun ini betul-betul luar biasa,” pesannya.
Ia pun mengimbau para pegawai agar mengutamakan keselamatan, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan atau saat perjalanan pulang kerja ketika cuaca mulai memburuk.
