www.EkonomiNusantara.com.ǁJawa Tengah, 1 April 2026-Kasus tawuran pelajar yang berujung maut di jalur lingkar utara (Jalingkut), Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, akhirnya berhasil diungkap aparat kepolisian.
Dalam waktu kurang dari 24 jam, polisi mengamankan 10 pelajar yang diduga terlibat dalam insiden tragis tersebut.
Tim Resmob Satreskrim Polres Brebes bergerak cepat melakukan penyelidikan usai kejadian pada Senin, 30 Maret 2026.
Para terduga pelaku diamankan dari sejumlah lokasi berbeda di wilayah Brebes.
Wakapolres Brebes, Kompol Purbo Adjar Waskito, mengungkapkan bahwa korban merupakan bagian dari kelompok pelajar yang terlibat dalam aksi tawuran tersebut.
“Kami sudah mengamankan 10 orang anak di bawah umur, dengan 1 orang berinisial M yang melakukan kekerasan terhadap korban dengan inisial R,” ujarnya saat ditemui media di ruang Satreskrim Polres Brebes.
Menurutnya, korban mengalami luka akibat senjata tajam yang digunakan oleh salah satu pelaku berinisial M saat bentrokan berlangsung.
Dipicu Konflik di Media Sosial
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan bahwa bentrokan antar kelompok pelajar tersebut dipicu oleh perselisihan yang bermula dari media sosial.
“Mereka dari kelompok sekolah yang berbeda, semuanya statusnya pelajar,” terangnya.
Konflik digital yang tidak terselesaikan kemudian berujung pada aksi kekerasan di dunia nyata, yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa.
Saat ini, kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut, termasuk pemeriksaan para pelaku dan saksi yang terlibat.
“Saat ini kami sudah melakukan pemeriksaan, tentunya kami akan melakukan gelar perkara untuk menetapkan status yang bersangkutan,” pungkasnya.
Pihak kepolisian juga menegaskan akan menindaklanjuti kasus ini sesuai prosedur hukum yang berlaku, mengingat seluruh pelaku masih berstatus anak di bawah umur.
Sebelumnya diberitakan, pelajar tewas korban tawuran di Jalan Lingkar Utara (Jalingkut) Brebes, jalani autopsi di Kamar Jenazah RSUD Brebes pada Selasa (31Maret 2026).
Autopsi dilakukan oleh petugas gabungan dari Forensik Polda Jateng, Dokes dan Unit Inafis Satreskrim Polres Brebes.
Pantauan Tribunjateng.com di lokasi kamar jenazah pada Selasa 31 Maret 2026 siang, tangis keluarga pecah saat korban dikafani.
Ayah korban terlihat shock, dan sesekali di papah oleh anggota keluarga lain saat korban hendak di masukkan kedalam mobil jenazah.
Autopisi berlangsung kurang lebih dua jam.
Sekitar Pukul 11.05 WIB jenazah kemudian dibawa pulang oleh pihak keluarga untuk dimakamkan.
Informasi yang di himpun di kamar jenazah RSUD Brebes, kematian korban disebabkan karena luka benda tajam pada bagian punggung sedalam kurang lebih 20 cm.
Sebelumnya diberitakan, seorang remaja laki-laki dilaporkan meninggal dunia setelah dibawa ke Puskesmas Bulakamba, Kabupaten Brebes, pada Senin (30/3/2026) sore.
Kapolsek Bulakamba, AKP M Afandi, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 17.20 WIB Pada Senin 31 Maret 2026 dari petugas medis Puskesmas Bulakamba.
“Korban diketahui bernama RZS (15), seorang pelajar SMK Muhammadiyah Bulakamba.”
“Korban yakni warga Desa Karangsari, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes,” ujarnya, Selasa 31 Maret 2026 pagi.
Berdasarkan keterangan petugas medis, kejadian bermula sekitar pukul 17.10 WIB saat tiga remaja laki-laki datang ke Puskesmas Bulakamba dengan menggunakan sepeda motor.
Dua di antaranya kemudian menggotong seorang remaja yang dalam kondisi tidak sadarkan diri dan membawanya ke ruang perawatan.
“Setelah korban dibaringkan di tempat tidur perawatan, dua remaja tersebut langsung meninggalkan lokasi,” ungkapnya.
Petugas medis yang melakukan pemeriksaan mendapati korban telah dalam kondisi meninggal dunia saat tiba di puskesmas.
Korban juga ditemukan mengalami luka robek serius di bagian pinggang sebelah kiri.
Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Bulakamba bersama anggota langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan.
Polisi kemudian berkoordinasi dengan tim Inafis dan Sat Reskrim Polres Brebes guna melakukan olah tempat kejadian perkara serta penyelidikan lebih lanjut.
Pihak kepolisian juga berupaya mengidentifikasi korban dan menghubungi keluarga. Sekitar pukul 20.30 WIB, orang tua korban datang ke puskesmas dan membenarkan identitas korban.
“Selanjutnya, jenazah korban dirujuk ke RSUD Brebes untuk penanganan lebih lanjut,” tandasnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut serta mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat.
