Pria Asal Wonosobo Ditemukan Tak Bernyawa dengan Kondisi Tangan Terborgol di Wonogiri

www.EkonomiNusantara.com.ǁJawa Tengah,12 Agustus 2026-Warga Dusun Bengle, Desa Temboro, Kecamatan Karangtengah, Wonogiri, dikejutkan oleh penemuan jenazah seorang pria di sebuah tegalan.

Yang membuat warga semakin geger, kedua tangan pria tersebut ditemukan dalam kondisi terborgol.

Jenazah ditemukan pada Selasa (11/8/2026) sore oleh Manto, pemilik tegalan.

Saat datang ke lahannya sekitar pukul 16.00 WIB, ia justru mendapati seorang pria tergeletak dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada perangkat desa sebelum diteruskan kepada pihak berwenang.

Sekretaris Kecamatan Karangtengah, Martadi Yohananto, membenarkan adanya penemuan mayat dengan kondisi tangan terborgol tersebut.

“Betul, ada penemuan mayat dengan kondisi terborgol di wilayah (Dusun) Bengle. Masuknya Desa Temboro,” ujar Martadi.

Diduga ODGJ Asal Wonosobo

Informasi awal yang diterima pihak Kecamatan Karangtengah menyebut korban diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Martadi mengatakan pria tersebut diduga berasal dari Wonosobo.

Sebelum ditemukan meninggal dunia di tegalan Dusun Bengle, korban disebut sempat dititipkan di sebuah pondok di wilayah Sendangmulyo, Kecamatan Jatiroto, Wonogiri.

“Kalau informasinya itu orang Wonosobo. Sempat dititipkan di pondok yang ada di Sendangmulyo,” ujar Martadi, Rabu (12/8/2026).

Dari informasi sejumlah sumber, korban diduga bernama Rohim dan berusia 54 tahun. Namun, identitas tersebut masih perlu dipastikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Korban disebut terakhir kali terlihat berada di pondok kawasan Sendangmulyo sekitar tiga hingga empat hari sebelum ditemukan meninggal.

Ada pula informasi yang menyebut korban diduga meninggalkan atau kabur dari pondok tersebut sebelum akhirnya ditemukan di tegalan Dusun Bengle.

 

Ditemukan Menjelang Sore, Evakuasi Saat Magrib

Manto menjadi orang pertama yang mengetahui keberadaan korban. Ketika tiba di tegalannya sekitar pukul 16.00 WIB, ia melihat seorang pria terbaring dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Kabar penemuan tersebut kemudian menyebar hingga membuat warga sekitar berdatangan. Perangkat desa bersama pihak terkait selanjutnya melakukan penanganan di lokasi.

Martadi mengatakan proses evakuasi jenazah dilakukan pada Selasa petang.

“Evakuasinya sekira magrib. Meninggalnya diperkirakan Selasa pagi atau Senin malam,” katanya.

Perkiraan waktu kematian tersebut masih menjadi bagian dari penanganan dan pemeriksaan pihak berwenang.

Hingga Rabu (12/8/2026), pihak berwenang masih melakukan penanganan untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum korban ditemukan.

Identitas korban, bagaimana pria tersebut bisa berada di tegalan Dusun Bengle, hingga alasan kedua tangannya berada dalam kondisi terborgol masih dalam pendalaman.