Ini Lima Kecamatan di Kota Semarang Rawan Bencana Kekeringan, 900 Ribu Liter Air Disiapkan

www.EkonomiNusantara.com.ǁJawa Tengah,19 Agustus 2026-Warga di lima kecamatan di Kota Semarang diminta mewaspadai potensi kekeringan yang diperkirakan meningkat saat puncak musim kemarau.

BPBD Kota Semarang bahkan telah menyiapkan ratusan ribu liter air bersih untuk mengantisipasi kebutuhan warga yang kesulitan mendapatkan air.

Lima wilayah yang menjadi prioritas pemantauan BPBD adalah Tembalang, Ngaliyan, Gunungpati, Mijen, dan Banyumanik.

Daerah-daerah tersebut selama ini masuk dalam pemetaan karena berpotensi mengalami krisis air bersih ketika musim kemarau berlangsung.

Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Semarang, Patrick Bagus Yudhistira, mengatakan pemantauan terhadap lima kecamatan tersebut dilakukan secara rutin setiap musim kemarau.

“Lima kecamatan. Wilayah tersebut tersebar di Kecamatan Tembalang, Ngaliyan, Gunungpati, Mijen, Banyumanik yang selama ini menjadi daerah prioritas pemantauan setiap musim kemarau,” jelas Patrick melalui sambungan telepon, Selasa (18/8/2026).

Daftar Wilayah yang Dipantau BPBD Semarang

Di Kecamatan Tembalang, BPBD memantau sejumlah kelurahan yang dinilai memiliki potensi terdampak kekeringan. Wilayah tersebut mencakup Rowosari, Meteseh, Bulusan, dan Mangunharjo.

Sementara di Kecamatan Ngaliyan, Kelurahan Wonosari menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian.

Untuk Kecamatan Gunungpati, pemantauan dilakukan di Kelurahan Cepoko dan sebagian wilayah Sukorejo. Adapun di Kecamatan Banyumanik, Jabungan termasuk kawasan yang menjadi perhatian BPBD.

Sedangkan Kecamatan Mijen juga masuk daftar wilayah prioritas pemantauan selama periode kemarau.

BPBD Kota Semarang memperkirakan kebutuhan air bersih di wilayah rawan kekeringan dapat meningkat seiring memasuki periode puncak musim kemarau.

“Diperkirakan akan meningkat memasuki Agustus hingga September,” lanjutnya.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, BPBD telah menyiapkan 900 ribu liter air bersih yang dapat digunakan untuk membantu masyarakat terdampak.

Dari total persediaan tersebut, sekitar 48 ribu liter air bersih telah didistribusikan ke sejumlah wilayah yang mengalami dampak kemarau panjang.

 

Warga Meteseh Terima Bantuan 5.000 Liter Air

Penyaluran bantuan kembali dilakukan BPBD Kota Semarang pada Selasa (18/8/2026). Kali ini, satu tangki berisi 5.000 liter air bersih dikirim ke RT 7 RW 10, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang.

Bantuan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih 36 kepala keluarga (KK) yang terdampak kekeringan.

Distribusi air bersih akan terus dilakukan apabila kondisi di lapangan menunjukkan adanya kebutuhan dari masyarakat. BPBD juga membuka jalur pengajuan bantuan bagi warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air selama musim kemarau.

Masyarakat dapat menyampaikan permintaan melalui RT setempat. Pengajuan tersebut kemudian diteruskan oleh pihak kelurahan kepada BPBD Kota Semarang.

“Selain itu juga bisa langsung kontak BPBD ke (nomor telepon) 112,” imbuhnya.

Dengan potensi kekeringan yang diperkirakan meningkat hingga September, masyarakat di wilayah rawan diimbau segera melaporkan kondisi kekurangan air agar distribusi bantuan dapat dilakukan sesuai kebutuhan.