Viral Warga Pekalongan Lintasi Jalan Cor yang Belum Kering, Pengecoran Dilakukan Tengah Malam

www.EkonomiNusantara.com.ǁJawa Tengah,28 September 2026-Harapan warga untuk menikmati jalan yang mulus di ruas Jalan Letjen Suprapto, jalur Watusalam-Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, harus terganggu.

Cor-coran jalan yang baru dikerjakan pada malam hari, justru diterobos kendaraan pada pagi harinya saat kondisinya masih basah.

Akibatnya, permukaan cor yang belum mengering tersebut rusak dan berantakan.

Sejumlah motor dan mobil tetap melintas sehingga membuat permukaan cor yang masih lunak menjadi tidak beraturan.

Bahkan video kendaraan yang menerobos jalan cor itu viral dibeberapa media sosial.

Wigati, warga setempat, mengatakan pengerjaan cor awal dilakukan pada malam hari. Proses pengecoran untuk lapisan dasar dimulai sekitar pukul 22.00 WIB hingga pukul 01.00 WIB.

“Cor-coran awal itu untuk dasaran dimulai jam 10 malam sampai jam 1 dini hari. Rumah saya itu di depannya, jadi tahu,” ujar Wigati, Senin (28/9/2026).

Menurutnya, kerusakan terjadi ketika kendaraan mulai melintas pada pagi hari. Sekitar pukul 06.30 WIB, arus kendaraan di kawasan pertigaan dari arah timur menuju utara-selatan cukup padat.

Saat satu kendaraan nekat melewati cor yang masih basah, kendaraan lainnya kemudian ikut melintas. Kondisi tersebut membuat, permukaan cor yang belum mengeras menjadi rusak.

“Masuk kendaraan satu ke cor-coran yang basah itu, terus semua masuk motor mobil, terus rusak tidak karu-karuan. Morat-marit, seperti sawah diinjak-injak,” katanya.

Wigati mengaku, kesal melihat kondisi tersebut. Ia bahkan sempat menegur pengendara, yang tetap melintas di atas cor basah.

“Saya tadi pagi langsung marahin pengendara. Saya teriak, ‘Woi, Anda tidak berperasaan ya, kan itu masih basah.’ Mereka ya lari saja,” tuturnya.

Padahal, lanjut Wigati, warga sudah lama berharap jalan tersebut diperbaiki. Sebelum dicor, ruas jalan itu mengalami kerusakan cukup lama dengan sejumlah lubang yang dalam.

“Dulu jalan rusak ini sudah lama banget, lubangnya dalam. Jalan dicor biar halus, ya senangnya kan begitu, enak,” ujarnya.

Ia berharap, perbaikan jalan dapat dijaga bersama sehingga hasil pekerjaan tidak kembali rusak sebelum selesai dikerjakan. Terlebih, pengecoran yang dilihatnya saat itu baru merupakan lapisan dasar.

“Cor-coran semalam masih basah, belum kering. Ini cor alas, cor pertama. Makanya masih agak tipis, belum yang tebal,” kata Wigati.