Pesanan Produk Ecoprint Bernuansa Merah Putih di Purbalingga Naik 100 Persen Jelang HUT ke-81 RI

www.EkonomiNusantara.com.ǁJawa Tengah,16 Agustus 2026-Semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI turut membawa berkah bagi perajin ecoprint di Desa Bajong, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga.

Pesanan produk ecoprint bernuansa merah putih melonjak hingga 100 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pemilik Kiyegodong Ecoprint, Astutiati atau akrab disapa Asty, mengatakan peningkatan pesanan mulai terasa sejak awal Agustus 2026.

Berbagai produk dipesan untuk mendukung kegiatan peringatan kemerdekaan, mulai dari karnaval, perlombaan hingga gerak jalan.

“Iya, kita Agustusan mulai ramai dari awal Agustus sudah mulai ramai.

Peningkatannya dari tahun kemarin ini mencapai 100 persen,” kata, Minggu (16/8/2026).

Produk yang banyak dipesan antara lain kain merah putih, vest, outer, bando hingga topi.

Produk-produk tersebut umumnya digunakan masyarakat untuk melengkapi busana dan berbagai perlengkapan dalam kegiatan Agustusan.

Menurut Asty, tren permintaan produk ecoprint bernuansa kemerdekaan sebenarnya sudah mulai terlihat sejak 2025.

Saat itu, permintaan terutama datang untuk kain merah putih dan berbagai pernak-pernik perayaan 17 Agustus, khususnya bando.

“Sudah mulai tahun kemarin, 2025.

Itu sudah mulai, kain merah putih.

Terutama pernak-pernik 17-an, terutama bando,” ujarnya.

Meningkatnya pesanan membuat Asty harus menambah tenaga kerja untuk memenuhi permintaan pelanggan.

Ia melibatkan warga di sekitar tempat usahanya sebagai tenaga kerja tambahan.

Langkah tersebut dilakukan agar peningkatan produksi selama momentum Agustusan tidak menghambat pemenuhan pesanan.

“Kita cari tenaga kerja di tetangga-tetangga itu buat tambahan, tenaga kerja tambahan,” katanya.

Pemasaran Kiyegodong Ecoprint juga tidak hanya menjangkau konsumen di sekitar Kecamatan Bukateja.

Pesanan datang dari sejumlah daerah, dengan Purbalingga menjadi pasar terbesar, kemudian disusul Purwokerto.

“Kalau pemasarannya ini sampai Purwokerto, terutama Purbalingga yang paling banyak,” jelasnya.

Produk ecoprint yang ditawarkan Kiyegodong Ecoprint memiliki harga yang beragam sesuai jenis produknya.

Bando dijual mulai Rp15 ribu hingga Rp25 ribu

Sementara kain ecoprint dibanderol sekitar Rp300 ribu sampai Rp350 ribu Adapun produk vest ditawarkan dengan harga Rp200 ribu hingga Rp300 ribu.

Asty mengatakan, produk-produk tersebut dapat dibuat sesuai permintaan pelanggan.

Konsep custom menjadi salah satu karakter dari produk ecoprint yang dikerjakannya.

“Iya, kita custom. Karena ecoprint memang biasanya custom,” tuturnya.

Layanan custom tersebut tidak hanya berlaku untuk produk bertema kemerdekaan.

Sepanjang tahun, konsumen tetap dapat memesan produk dengan desain dan konsep tertentu sesuai kebutuhan masing-masing.

Dengan sistem tersebut, produk Kiyegodong Ecoprint dapat digunakan tidak hanya untuk momentum perayaan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga berbagai kebutuhan lainnya.

Usaha Kiyegodong Ecoprint mulai dirintis Asty sejak 2019.

Setahun kemudian, pada 2020, dirinya mulai mengikuti kegiatan UKM sebagai salah satu upaya mengembangkan usaha sekaligus memperluas pemasaran.

Kini, Kiyegodong Ecoprint beralamat di Desa Bajong RT 2 RW 4, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga.

Produk ecoprint yang ditawarkan dapat dipesan secara custom, baik untuk kebutuhan perayaan maupun penggunaan lainnya.

Lonjakan pesanan menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi salah satu momentum bagi Asty dan warga sekitar yang terlibat dalam produksi untuk meningkatkan aktivitas usaha sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat akan produk bernuansa merah putih.