www.EkonomiNusantara.com.ǁJawa Tengah,18 Juni 2026-Seorang sopir truk tronton dinyatakan tewas setelah dievakuasi dan menjalani pemeriksaan medis di RSUD Sunan Kalijaga Demak, Kamis (18/6/2026).
Sopir tersebut adalah Solichin (52) warga Jepara yang saat ini bersama kernetnya dalam perjalanan memuat sepatu menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
Ringkas peristiwanya, sopir tersebut terpaksa menghentikan laju truknya karena mengantuk di tepi Jalan Raya Kudus-Demak pada Kamis (18/6/2026) dini hari.
Pada paginya, kernet lantas membangunkan sopir tersebut. Namun ternyata tak direspon.
Dicek, ternyata sopir tersebut sudah tidak bernafas. Sang kernet lantas panik dan meminta pertolongan warga sekitar.
Kronologi Kejadian
Sopir truk bermuatan sepatu tujuan Kota Semarang, Solichin (52) ditemukan tewas di kabin saat parkir di tepi Jalan Jalan Raya Kudus-Demak, tepatnya di Desa Bango, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Kamis (18/6/2026).
Peristiwa ini bermula dari rekan sopir atau kernet berinisial MVF (15) yang membangunkan korban untuk diajak sarapan pada pukul 07.00.
Saat dibangunkan, sang sopir ternyata sudah tidak bernapas.
Kapolsek Demak Kota, Iptu Rudy Tri Sayogo mengatakan, kejadian bermula dari korban bersama rekannya membawa muatan sepatu dengan truk tronton berplat H 8736 WA dari pabrik HWI Jepara pada Rabu (17/6/2026) pukul 22.00.
Muatan tersebut rencananya akan dibawa ke Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
Namun ketika sampai di Pantura Demak pada Kamis (18/6/2026) pukul 03.00, korban mengantuk dan memutuskan untuk beristirahat di tepi jalan.
“Selanjutnya korban memarkirkan truk tersebut di tepi jalan depan depo pasir Desa Bungo,” ujar Iptu Rudy, Kamis (18/6/2026).
Rekan korban yang juga beristirahat bangun terlebih dahulu dan mencoba membangunkan sopir untuk diajak sarapan.
Tetapi Solichin tidak bereaksi dan kedapatan tidak bernapas.
“Setelah dicek sudah tidak bernapas, kemudian panik dan keluar kabin meminta pertolongan,” ungkapnya.
Iptu Rudi mengatakan, pihaknya menerima informasi pada pukul 09.00 itu lantas bergegas ke lokasi.
Korban dievakuasi ke RSUD Sunan Kalijaga Demak untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dari hasil pemeriksaan tim medis, korban dinyatakan meninggal dan tidak ditemukan indikasi tanda-tanda kekerasan fisik.
Namun korban memiliki riwayat asam urat dengan ditemukannya sejumlah obat-obatan.
“Tidak ada tanda-tanda indikasi kekerasan maupun penganiayaan. Jenazah memiliki riwayat asam urat ditemukan obat jenis kalmethason dan voltadex,” ungkapnya.
Dia menambahkan, keluarga korban menerima kejadian tersebut secara ikhlas dan menolak untuk dilakukan otopsi pada jenazah.
