www.EkonomiNusantara.com.ǁJawa Tengah,8 Agustus 2026-Tanah di dasar saluran irigasi tampak mengering. Retakan-retakan membelah permukaannya, sementara rerumputan kecil tumbuh di beberapa bagian yang tersisa.
Tak ada lagi aliran air yang biasanya menyusuri saluran tersebut untuk menghidupi lahan pertanian di sekitarnya.
Kondisi Sungai Gabus, Kabupaten Blora, itu membuat kebutuhan pengairan sawah pada musim tanam ketiga (MT3) tidak dapat dipenuhi.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora, Surat, mengatakan Sungai Gabus merupakan bagian dari Daerah Irigasi (DI) Gabus.
Jaringan irigasi tersebut melayani areal pertanian seluas hampir 300 hektare, membentang mulai dari Kelurahan Jetis hingga Buluroto.
Namun, saat kemarau seperti sekarang, pasokan air dari sungai itu tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan irigasi para petani.
“Kalau dampaknya kalau kekeringan seperti ini memang akhirnya di musim tanam yang ketiga, pemenuhan kebutuhan air irigasi memang tidak bisa terpenuhi dan terlayani dengan baik,” kata Surat, Sabtu (8/8/2026).
Keringnya aliran Sungai Gabus membuat petani harus menyesuaikan pola tanam. Tidak semua lahan bisa dipaksakan untuk ditanami.
Sebagian petak sawah akhirnya dibiarkan bero atau tidak ditanami. Sebagian lainnya masih diusahakan dengan memilih tanaman yang lebih sesuai dengan kondisi air yang terbatas.
Palawija menjadi salah satu pilihan utama petani di wilayah Buluroto dan sekitarnya pada MT3.
“Di Gabus karena memang aliran air bendungnya sudah kering, rata-rata petani saat ini memang beberapa masih dalam bentuk tanah bero, diberokan dan sebagian juga ditanami tanaman palawija,” ujarnya.
Sumur-sumur irigasi air tanah yang berada di areal persawahan menjadi salah satu tumpuan petani untuk memenuhi kebutuhan air.
Sumber air tersebut digunakan untuk mencukupi kebutuhan tanaman yang masih ditanam, terutama ketika aliran dari Sungai Gabus sudah tidak bisa diandalkan.
“Lahan pertanian yang masih ditanami ya kebutuhan airnya dicukupi dari sumur-sumur irigasi air tanah yang ada di sawah para petani,” jelasnya.
