2.501 Rumah Tak Layak Huni di Blora Dapat Bantuan pada 2026, Mayoritas Didanai Pemerintah Pusat

www.EkonomiNusantara.com.ǁJawa Tengah,30 Juni 2026-Sebanyak 2.501 rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Blora mendapat bantuan perbaikan pada 2026.

Bantuan tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Blora, Banprov Jawa Tengah, serta Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari pemerintah pusat yang dananya dari APBN.

Kepala Bidang Perumahan Permukiman Dinas Perumahan, Permukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Kabupaten Blora, Mohammad Arif Hidayat, mengatakan, bantuan RTLH yang bersumber dari APBD Kabupaten Blora sebanyak 17 unit.

“Untuk RTLH tahun 2026 yang bersumber dari APBD jumlahnya 17 unit. Progresnya saat ini sudah sekitar 80 persen dan sudah masuk tahap pembangunan fisik,” katanya, Senin (29/6/2026).

Sementara itu, bantuan RTLH yang bersumber dari Bantuan Keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencapai 202 unit.

Adapun bantuan terbesar berasal dari program BSPS yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yakni sebanyak 2.282 unit.

Saat ini program tersebut masih dalam tahap verifikasi dan validasi di lapangan sebelum pelaksanaan pembangunan.

“Untuk BSPS dari pemerintah pusat sebanyak kurang lebih 2.282 unit. Saat ini masih proses verifikasi dan validasi di lapangan, dengan target waktu pengerjaan selama empat bulan,” jelasnya.

Secara keseluruhan, jumlah bantuan RTLH di Kabupaten Blora pada 2026 mencapai sekitar 2.501 unit dari tiga sumber pendanaan tersebut.

Arif menjelaskan, besaran bantuan untuk program BSPS dan Banprov masing-masing sebesar Rp20 juta per unit. Dana tersebut terdiri atas Rp17,5 juta untuk pembelian material bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tenaga kerja atau tukang.

Sementara itu, bantuan RTLH yang bersumber dari APBD Kabupaten Blora sebesar Rp17,5 juta per unit, dengan rincian Rp15 juta untuk material bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tenaga kerja.

Pihaknya berharap program bantuan RTLH dari berbagai sumber pendanaan tersebut dapat membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar memiliki rumah yang lebih layak huni.

“Harapan kami, bantuan RTLH yang dibiayai dari berbagai sumber ini dapat membantu masyarakat. Masih banyak rumah tidak layak huni di Kabupaten Blora yang membutuhkan perhatian, sehingga program ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat,” paparnya.